Friday, January 30, 2026
Thursday, January 1, 2026
MENGAWALI LANGKAH DALAM TAHUN BARU

Foto: https://pixabay.com
Puisi Dwibahasa: Indonesia-Tetun Resmi*
MENGAWALI LANGKAH DALAM TAHUN BARUPenulis & penerjemah: Yohanes Manhitu
Seperti biasa pada tahun-tahun silam,
kita awali langkah dalam tahun baru ini
dengan harapan akan sebuah hidup baru
yang senantiasa penuh kesehatan nan baik.
Kita banyak belajar dari tahun-tahun silam
supaya sanggup hidup baik dalam tahun ini.
Dan kita mesti berhasil menanam benih apik
agar memanen gembira di tahun depan.
Mengawali langkah dalam tahun baru ini,
kita menengadah ke langit dan memohon,
dan lantas menatap ke depan dengan yakin
bahwa impian-impian ‘kan menjadi nyata.
Kefa, Timor, Indonesia, Januari 2010
-------------------------------------
Versi asli (berbahasa Tetun Resmi)
HAHÚ HAKAT IHA TINAN FOUN
Hakerek-na'in: Yohanes Manhitu
Hanesan baibain iha tinan kotuk sira,
ita hahú hakat iha tinan foun ne’e
ho esperansa ba moris foun ida
be nakonu ho saúde-di’ak nafatin.
Ita aprende barak hosi tinan kotuk
atubele moris di’ak iha tinan ohin.
No ita tenke konsege kuda fini di’ak
atubele ku’u ho ksolok iha tinan oin.
Hahú hakat iha tinan foun ida-ne’e,
ita hateke ba lalehan no harohan,
no hafoin hateke ba oin ho fiar
katak mehi sira sei sai realidade.
Kefa, Timór, fulan-Janeiru 2010
---------------------------------
"Selamat Tahun Baru 2026" dalam 16 Bahasa
![]() |
| Sumber foto: https://pixabay.com |
Happy New Year 2026!
Tabê To-Feü 2026!
Bonne Année 2026 !
An Nou Fericit 2026!
Feliz Ano Novo 2026!
Feliĉan Novjaron 2026!
¡Feliz Año Nuevo 2026!
Felice Anno Nuovo 2026!
Frohes Neues Jahr 2026!
Gelukkig Nieuwjaar 2026!
Heri ya Mwaka Mpya 2026!
Sugeng Warsa Enggal 2026!
Annum Novum Faustum 2026!
Tuesday, December 30, 2025
ASYIK! JEPRETAN SENDIRI MENJADI FOTO SAMPUL BUKU LAGI: SAMPUL BUKU "OCEANO DE VORTOJ"
KINI untuk ketujuh kalinya foto jepretan saya sendiri dengan kamera saku (kali ini adalah foto Teluk Gurita, Kabupaten Belu, Timor Barat, pada tanggal 14 Desember 2017, dalam penjelajahan Timor Barat) digunakan sebagai foto sampul buku saya (buku yang ke-14).
Tak Cukup Secangkir Kopi bagi Penerjemahan Puisi
Penerjemahan adalah karya nyata bagi perabadan insani. Sering kali, saya diundang untuk menerjemahkan puisi berbahasa asing (terutama yang berbahasa Spanyol) ke empat bahasa sekaligus, yaitu bahasa Indonesia, Dawan, Tetun Resmi/Nasional (Timor-Leste), dan Melayu Kupang. Terjemahan-terjemahan itu kemudian terbit dalam berbagai antologi multibahasa di mancanegara, terutama di Spanyol dan Rumania. Harus diakui bahwa ini tidak selalu mudah. Akan tetapi, walaupun ada kesulitan, selalu ada jalan keluar untuk menyelesaikan tugas ini dengan baik.
Friday, November 21, 2025
SEBUAH PUISI BERBAHASA RUMANIA YANG DITERJEMAHKAN KE EMPAT BAHASA AUSTRONESIA TELAH TERBIT DI KOTA BUKARES
DEKLAMASI PUISI "FLOBAMORA" KARYA YOHANES MANHITU OLEH ELSADAY D. TARANIKA (KUPANG, 20 NOV. 2025) DALAM “FESTIVAL TUNAS BAHASA IBU 2025 TINGKAT PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR” (KUPANG, 19-21 NOVEMBER 2025)
Friday, November 14, 2025
PUISI DAWAN-INDONESIA DAN PUISI MELAYU KUPANG-INDONESIA SAYA TELAH TERBIT DALAM ANTOLOGI PUISI DWIBAHASA "BAHASA IBU, BAHASA DARAHKU" DENGAN SEMANGAT SUMPAH PEMUDA
![]() |
| Foto-foto: Dokumentasi pribadi |
Monday, November 10, 2025
AIN-FATIN SIRA IHA RAI-HENEK
Hakerek-na'in: Yohanes Manhitu
Bainhira ita la’o dook ona iha tasi-ibun ho rai-henek mutinno soe matan ba tasi luan ne’ebé liman-fuan la sukat,
ita laran-moris kona-ba ita-nia an be ki’ik no lotuk,
iha lalehan nia okos be kakutak la kona loos.
Rai-henek musan be ita sama metru ba metru,
dala ruma bokon, dala ruma maran, nonook.
Loron no kalan liu, tuir Na’i nia futar ukun,
maibé sira, nafatin, sei hafutar tasi-ibun.
Dadeer ida ó liu ho hamnasa no ain todan,
ain-fatin sira marka kle’an iha rai-henek.
Lokraik, ho serteza, ó mai buka tuir,
ó sei hakfodak hanesan ema foun.
Yogyakarta, fulan-Jullu 2007
KAMUS RINGKAS "INGGRIS-TETUN, TETUN-INGGRIS"
Ini adalah halaman pertama dari lampiran "Dictionary: English-Tetum" dan "Dictionary: Tetum-English)" dalam buku TETUM, A LANGUAGE FOR EVERYONE / TETUN, LIAN IDA BA EMA HOTU-HOTU – A Comprehensive Course Book for English-speaking Learners of Tetum by Yohanes Manhitu (New York: Mondial, 2016). Salam bahasa!
MANDI HUJAN DI KUKUP
![]() |
| Foto: Yohanes Manhitu (08-11 2025) |
Oleh: Yohanes Manhitu
Karang besar dan jembatan itumasih kokoh di tepi bergelora,
di atas bibir laut selatan Jawa,
tempat orang menyapa ombak.
Hujan dan air laut berpadu rasa
membasahi tubuh pengunjung.
Tapi, sukacita jadi pemenang
di atas hamparan pasir basah.
Lihat, gulungan putih besar itu
berarak pasti menuju pasir bisu,
di mana kamera-kamera lagi sibuk
walau hujan masih asyik beraksi!
Ya, inilah suasana Pantai Kukup,
tujuan akhir yang kami kunjungi
setelah menjelajah pantai-pantai
dengan armada jip nan tangguh.
Sederet tahun silam kudatang
tatkala tempat ini belum ramai.
Dan kini kubertolak dari pantai ini,
kembali mengarungi samudra hayat.
Pantai Kukup, DIY, 8 November 2025
OBROLAN DENGAN FILOLOG
![]() |
| Foto: republika.co.id |
Oleh: Yohanes Manhitu
Berawal dari obrolan lima orangtentang bahasa dan Wikipedia Jawa,
perlahan kami bicara soal filologi
ketika tiga orang telah pergi.
Di sofa merah di lobi hotel ini,
aku yang pernah baca isu aksara
kini belajar banyak dari sang filolog
yang berbincang penuh semangat.
Lobi hotel yang tak kunjung sepi ini
seakan ruang diskusi yang nyaman,
ruang Kongres Bahasa Indonesia,
ataupun ruang Sumpah Pemuda.
Tempat belajar tak harus sekolah
dan sekolah tak selamanya gedung.
Di lobi hotel ramai pun orang belajar,
asal miliki karsa ‘tuk menambah ilmu.
Obrolan tentang aksara Jawa, Pegon,
Bali dan Arab pun rampung sekarang.
Diskusi soal bahasa dan sastra selesai
ketika mobil penjemput telah datang.
Dari wajah ceria filolog yang berjilbab,
terpencarlah semangat kuat berfilologi.
Kami bersama sepakat bahwa kerja ilmu
mesti dilandasi niat, cinta dan semangat.
Lobi Hotel Sultan, Jakarta,
Sabtu, 28 Oktober 2023
SELAMAT HARI PAHLAWAN! TERIMA KASIH BANYAK, PAHLAWAN! JASAMU AKAN TERUS DIKENANG.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” -- Dr. Ir. Soekarno,
Presiden Pertama RI







